Jumat, 29 Maret 2019

Tidak tertib di area MRT dan dihujat warganet, Siapa yang salah?

Sumber foto 1 : Rauli Margareth/Tagar News
Sumber foto 2 : Trio Hamdani/Detik Finance

MRT beberapa hari lalu memberikan kesempatan untuk masyarakat yang ingin mencoba fasilitas kereta bawah tanah secara cuma cuma atau dalam masa free trial. Dari kegiatan tersebut muncul respon positif dari masyarakat dengan adanya antusiasme yang tinggi, namun muncul pula fenomena yang sangat disayangkan terjadi. 

Telah beredar dan viral foto foto masyarakat yang tidak tertib di dalam kereta maupun diarea sekitar MRT, atas adanya fenomena tersebut muncul dengan beriringan adanya komentar negatif yang disampaikan warganet terhadap masalah ini. Mengolok olok bahkan mencaci maki pada kolom komentar atas foto viral tersebut.

Tidak semua orang memiliki latar belakang yang sama, pendidikan yang sama, ekonomi yang sama, maupun cara berfikir yang sama. MRT diperuntukan untuk seluruh lapisan masyarakat yang memang membutuhkan kendaraan umum, namun sayangnya memberikan komentar negatif bukanlah salah satu cara terbaik untuk betindak. Hal hal yang mungkin dilakukan adalah memberikan penanaman nilai etika yang baik dalam menggunakan kendaraan umum, gunakan sosial media dengan bahasa yang edukatif dan perhatian bukan dengan menghujat atau mencaci. Sebarkan dan gunakan sosial media untuk mengedukasi sesama.

yukk #berekspresidenganbaik :)

Jumat, 22 Maret 2019

Positive Way in Social Media


Social media adalah salah satu pendukung aktifitas manusia saat ini, berbagai kalangan sudah menggunakan social media sebagai alat komunikasi. Namun penggunaan social media saat ini banyak disalahgunakan salah satunya untuk mem-bullying dan mencemarkan nama baik seseorang yang dianggap mudah untuk di komentari. 

Tanpa mereka sadari, jejak rekam media sosial tidak bisa hilang sekalipun telah dihapus.
Perlunya didikan beretika dalam menggunakan sosial media saya rasa perlu dikembangkan,
undang undang ITE masih dianggap tabu dan banyak masyarakat yang abu abu akan peraturan tersebut.

Perlunya gerakan dan sebuah wadah untuk menyebarkan informasi akan pentingnya saling menghargai dan berhati hati dalam berkomentar, salah satunya melalui edukasi dari orang orang yang memiliki power dan energi yang tinggi. yuk sebarkan pesan positif pada sosial media kita, dan buat identitas kita di sosial media sebaik baiknya.

Respect each other first, then you will get respected.

Jumat, 15 Maret 2019

Stainless Straw? apakah perlu?


Sadar akan kondisi dimana negara kita ini menjadi penyumbang nomor 2 sampah terbesar di dunia, beberapa kalangan sudah menunjukan kecintaannya tehadap lingkungan dengan tidak lagi menggunakan sedotan plastik salah satunya Mahasiswa Universitas Mecubuana Jakarta.

Namun ternyata cara ini masih banyak yang belum di ketahui sebagian orang, yaitu menggunakan stainless straw/reusable straw, banyak juga yang menganggap bahwa menggunakan stainless straw hanya akan mempersulit diri sendiri dengan harus segera mencucinya ketika selesai meminum apalagi jika meminum minuman manis dan lengket.

Tentunya stainless straw ini memang sudah memberikan solusi yaitu sikat pencuci yang mudah diaplikasikan kedalam sedotan yang kotor tersebut, menurut saya sebagai pengguna stainless straw dan yang sangat memperhatikan lingkungan ternyata banyak hal positif yang didapat dengan menggunakan sedotan reusable ini. Selain membantu mengurangi sampah plastik yang dapat merusak lingkungan ternyata dapat membantu menghilangkan rasa malas pada diri kita sendiri, seperti yang kita tahu bahwa banyak masyarakat yang tergiur dengan hal yang instan, ketika menggunakan reusable straw secara berulang ia akan terlatih untuk terus mencuci sedotannya ketika selesai minum.

Perubahan yang besar tidak selalu dimulai dengan hal yang besar namun mulailah dengan hal hal kecil. Bayangkan jika seluruh mahasiswa universitas mercubuana tidak lagi menggunakan sedotan plastik berapa banyak sedotan plastik yang sudah diamankan dalam sehari, begitu seterusnya jika seluruh mahasiswa di Indonesia dan seluruh masyarakat Indonesia yang sadar akan lingkungan dan beralih menggunakan stainless straw.

Selain berbahan stainles saat ini sedotan sudah di inovasikan menjadi sedotan silicon, sedotan akrilik dan sedotan bambu dengan berbagai macam warna yang sangat menarik.










Maka dari itu sangat perlu merubah kondisi sampah sekarang ini dengan menggunakan reusable straw, kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi? Mari kita sama sama membangun lingkungan kita yang indah ini menjadi lebih baik lagi.

Winter Vacation di KOREA? Berikut hal hal penting yang perlu kamu ketahui agar tetap aman dan nyaman

Jika kamu adalah Salju Hunter atau mungkin berniat berlibur ke luar negeri pada musim dingin, penting bagi kamu untuk memperhatikan hal hal ...